Ini Alasan Kenapa Anda Harus Tetap Berdoa Dalam Suasana Suka ataupun Duka
Seberapa
hebatkah doa dalam menangkal keburukan, musibah, bencana? Memang agak
susah sih menjawab pertanyaan tersebut. Jika diumpamakan, doa layaknya
obat, adakalanya manjur mengusir penyakit dengan cepat . Namun tidak
jarang obat juga begitu lemah sehingga penyakit tetap membandel.Hubungan antara doa dan bencana digambarkan dalam 3 skenario berikut:
- Doa LEBIH KUAT dari bencana yang sedang terjadi atau akan terjadi. Ini kondisi ideal yang diimpikan kebanyakan kita semua. Jika memang doa lebih kuat dari bencana, maka kita bisa terhindar dari bencana. Dalam kondisi ini bukan berarti kita berhenti berdoa, tetaplah berdoa agar doa kita makin kuat.
- Doa LEBIH LEMAH dari bencana yang sedang terjadi atau akan terjadi. Walhasil, bencana tetap menimpa tanpa bisa dihindari. Apakah doa yang dipanjatkan sia-sia ? Tentu tidak. Doa memang tidak mampu menghalau datangnya bencana atau mengusir bencana tapi doa berfungsi meringankan beratnya bencana yang dihadapi. Dalam kondisi ini doa harus tetap dipanjatkan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas agar doa semakin kuat dan akhirnya mampu mengusir bencana .
- Doa SAMA-SAMA KUAT dengan bencana yang sedang terjadi atau akan terjadi. Apa yang terjadi? Terjadi pertarungan antara keduanya tanpa bisa diketahui siapa pemenangnya. Hal ini mirip dengan obat yang sama kuatnya dengan penyakit, sehingga penderita tidak sembuh total juga tidak sakit total. Dalam kondisi ini doa tetap harus dipanjatkan agar doa menjadi kuat dan bisa mengalahkan bencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar